Mati Muda Karena Perilaku Buruk

Setiap orang ingin hidup dengan usia panjang dan memiliki tubuh yang sehat. Tapi tak sedikit orang yang justru menjerumuskan dirinya sendiri untuk mati muda dengan melakukan kebiasaan yang buruk.

Sebagian besar orang sudah menyadari bahwa hal-hal buruk yang dilakukannya bisa memicu kondisi kesehatan yang parah dan berujung pada kematian. Namun, meski demikian tetap saja banyak orang yang masih melakukannya.

Beberapa kebiasaan buruk yang dapat mengurangi harapan seseorang untuk hidup lebih lama atau memicu terjadinya kematian dini adalah mengkonsumsi narkoba (narkotik dan obat-obatan), merokok sejak usia dini, mengonsumsi minuman keras, kurang melakukan aktivitas fisik setidaknya kurang dari dua jam dalam seminggu dan memiliki pola makan yang buruk yaitu sedikit mengonsumsi sayur dan buah tapi banyak mengonsumsi lemak atau gula.

Para peneliti dari Norwegia menemukan bahwa orang yang memiliki perilaku-perilaku fatal tersebut memungkinkan tiga kali lipat meninggal akibat dampak dari narkoba atau karena penyakit jantung atau kanker.

"Pola hidup seperti itu bisa meningkatkan risiko kematian empat kali lipat oleh berbagai sebab dan bisa membuat seseorang terlihat 12 tahun lebih tua dibandingkan usianya," ujar Dr Elisabeth Kvaavik, dari University of Oslo, seperti dikutip dari LATimes, Minggu (24/7/2011).

Kebiasaan buruk yang terjadi terus menerus dapat menghancurkan kehidupan seseorang, yaitu dapat membuat ia menjadi tidak sehat, kehilangan banyak uang serta menyebabkan kematian di usia muda.

Penyanyi berbakat Inggris Amy Winehouse yang meninggal pada Sabtu 23 Juli 2011 di usia 27 tahun seperti dilansir dailymail mengaku kebiasaan buruknya yang mengonsumsi obat-obatan bisa berakibat fatal. Bahkan sang Ibunya, Janis selalu khawatir kematian anaknya hanya menunggu waktu saja karena sulitnya mengubah kebiasaan buruk Amy. Meski demikian kematian Amy telah membuat duka yang mendalam buat keluarganya.

Obat-obatan terlarang dikenal dapat meningkatkan perasaan bahagia, euforia, rasa keintiman dengan orang lain, serta meredakan depresi dan kegelisahan. Tapi obat ini juga sangat berbahaya bila disalahgunakan karena bisa merenggut nyawa.

Tak hanya merusak otak, obat terlarang seperti ekstasi dan heroin juga dapat merusak wajah, gigi serta mengikis kulit dan tulang. Rata-rata usia pengguna narkoba yang disurvei menyatakan bahwa mereka mencoba narkoba atau alkohol pertama kali pada usia 12 tahun, dengan banyak pengalaman dimulai oleh anggota keluarga.

Sebelum terlambat dan mati sia-sia, menurut pakar psikologi harus ada kesadaran dari diri orang tersebut untuk mau mengubah pola hidupnya menjadi lebih baik.

Seperti dikutip dari eHow, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan buruk ini, yaitu:
1. Mencari tahu hal apa yang membuat Anda menikmati kebiasaan buruk tersebut dan memperhatikan mengapa sangat memanjakan kebiasaan buruk ini. Setelah diketahui penyebabnya, cobalah untuk memikirkan ulang hal tersebut dan melakukan perubahan.
2. Konsisten dengan upaya yang dilakukan untuk mengubah kebiasaan buruk. Jika memiliki keinginan yang tulus untuk berubah, maka cobalah melakukan perubahan tersebut setiap harinya.
3. Mempertahankah perubahan kebiasaan ini selama 3 minggu. Sebuah studi yang dilakukan beberapa tahun terakhir menunjukkan suatu kebiasaan bisa mendarah daging jika sudah dilakukan sekitar 3 minggu. Sehingga selama waktu tersebut lakukan modifikasi untuk mempertahankannya.
4. Cobalah untuk memiliki pemikiran bahwa apa yang dilakukan saat ini akan jauh lebih positif dan menguntungkanbagi diri sendiri dan juga orang lain.
5. Mendapat dukungan dari orang-orang disekitar saat membutuhkan. Sebisa mungkin menjauhi hal-hal yang bisa memicu kembalinya melakukan kebiasaan buruk.

Untuk menghindari kematian di usia muda akibat gaya hidup tak sehat, sebaiknya hindari segala kebiasaan buruk yang bisa meningkatkan risiko kematian. Mulailah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.

Bagi orang tua yang memiliki anak pengguna narkoba, sebaiknya diajak bicara dari hati ke hati apa alasan anak tersebut menggunakan narkoba, lalu dibawa ke ahlinya untuk berkonsultasi jika memang anak tersebut mempunyai komitmen yang kuat untuk keluar dari jerat narkoba. Rehabilitasi bisa dilakukan di rumah ataupun di pusat rehabilitasi.

Tips bagi orang tua agar anaknya tidak menggunakan narkoba dengan program 5 kenal yaitu:
1. Kenal narkoba dengan segala dinamikanya, baik jenis, bentuk dan penggunaannya.
2. Kenal diri dan pasangan sebagai orang tua.
3. Kenal anak, bagaimana anak kita bergaul dan bersosialisasi.
4. Kenal teman, seperti apa teman-teman dari anak kita.
5. Kenal lingkungan, seperti apa lingkungan pergaulan anak kita.

Jakarta, detikhealth.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright © 2013. Berita Menarik - All Rights Reserved
Design by Gusti Putu Adnyana Powered by idblogsite.com